Assalamualaikum wr.wb

Senin, 03 November 2008

AS Menuju One-Party Control

Partai Demokrat, tampaknya, akan benar-benar berpesta pada 4 November besok. Bukan semata karena calon presiden mereka, Barack Obama, berpeluang besar melenggang ke Gedung Putih. Tapi, juga karena para legislator mereka hampir pasti menguasai Capitol Hill. Dengan kata lain, Amerika Serikat sedang menuju pemerintahan oleh satu partai alias one-party control.

Untuk kursi presiden, Obama hingga kemarin (2/11) masih unggul meyakinkan daripada rivalnya dari Partai Republik, John McCain, di total 159 jajak pendapat nasional. Polling yang dilakukan Washington Post, misalnya, menunjukkan bahwa Obama meraup 53 poin. Jumlah itu 9 poin di atas McCain. Bisa jadi Obama bakal memecahkan rekor Jimmy Carter pada 1976. Carter yang diusung Demokrat menjadi presiden dengan meraih 50,1 persen suara. Raupan suara Obama diprediksi melampaui jumlah tersebut.

Dari negara-negara bagian yang empat tahun lalu dimenangi kandidat Demokrat John Kerry saja, Obama sudah mengantongi 252 electoral vote (EV). Untuk bisa menjadi presiden, seorang kandidat cukup mengumpulkan 270 EV. Padahal, senator Illinois itu juga memimpin dalam polling di lima negara bagian yang pada Pilpres 2004 dimenangi calon Republik George W. Bush, yakni Iowa, New Mexico, Virginia, Colorado, dan Virginia.

Itu belum termasuk swing states (negara bagian yang belum jelas akan dimenangi siapa, Red), seperti Ohio, Florida, dan Missouri, dan North Carolina. Cukup memenangi beberapa di antaranya saja, raihan EV Obama bisa menembus 300-an.

Bagaimana senat? Dari 100 kursi saat ini, Demokrat menguasai 51 di antaranya. Menurut analisis The Washington Post, kursi dari Colorado, New Mexico, dan Virginia yang sebelumnya dikuasai Republik hampir pasti jatuh ke Demokrat. Begitu juga Alaska, Minnesota, New Hampshire, North Carolina, dan Oregon. Untuk bisa menembus 60 kursi yang akan membuat Republik tak berdaya dan menghadang tiap rancangan kebijakan yang diajukan pihak lawan, Demokrat tinggal merebut satu di antara tiga negara bagian ini, yaitu Georgia, Kentucky, dan Mississippi.

"Bisa tidaknya Demokrat meraih 60 kursi di senat akan sangat menentukan warna pemerintahan Amerika ke depan," kata Robert A. Caro, penulis dan sejarawan politik, kepada The New York Times.

Untuk House of Representatives atau DPR, Demokrat berpeluang menambah 25 sampai 30 kursi lagi. Kalau itu benar terjadi, Demokrat akan melampaui pencapaian mereka pada 1990 saat menguasai 267 di antara total 435 kursi DPR.

Tidak ada komentar: